Cara Cek Turnitin Supaya Lolos Uji Plagiasi Dengan Teknik Parafrase

Cara Cek Turnitin Supaya Lolos Uji Plagiasi  Dengan Teknik Parafrase

Cara Cek Turnitin Supaya Lolos Uji Plagiasi Dengan Teknik Parafrase - Penyusunan karya tulis ilmiah berupa skripsi, jurnal, tesis, ataupun disertasi, tentu saja harus disertai beberapa kutipan dari para ahli untuk memperkuat intensitas fakta-fakta dan teori yang telah teruji. Dengan demikian ketika dilakukan uji plagiasi melalui program Turnitin, maka tingkat plagiasinya akan sangat tinggi, jika tidak melakukan cara yang tepat.


Berikut ini prosedur untuk melakukan pengecekan turnitin secara online:

  1. Mintalah pasword dan username akun student turnitin kepada dosen, tutor atau instruktur.
  2. Log in ke alamat website (turnitin,com).
  3. Klik class homepage yang sudah disediakan oleh dosen atau instruktur.
  4. Pada kolom actions klik tombol submit.
  5. Pada kolom submission title di isi nama pengecekan turnitin, bisa nama orang, judul ada id class.
  6. Klik Chose from this computer.
  7. Pilih file yang akan di upload atau akan dicek.
  8. Klik tombol upload.
  9. Klik tombol confirm.
  10. Klik tombol return to assigment list.
  11. Akan diarahkan kembali ke tampilan class homepage, dan ditunggu sekitar lima belas hingga tiga puluh menit.
  12. Klik tombol F5 pada keyboard atau refresh browser.
  13. Muncul hasil prosentase hasil pengecekan turnitin.
  14. Klik nilai prosentasenya (misal 17%) - Klik nilai prosentase tersebut.


Setelah nilai prosentase muncul dan “di klik”, maka akan muncul tampilan secara keseluruhan teksnya.

  1. Kemudian menyimpan hasil cek turnitin dengan cara :
  2. Klik prosentase untuk melihat sumber plagiat.
  3. Klik filters and setting untuk melihat indikator pengecekan.
  4. Klik icon "tanda panah bawah" untuk medownload hasil cek turnitin.
  5. Klik current view.
  6. Klik save as untuk menyimpan file hasil pengecekan.


Apabila ingin lebih detail mengenai proses parafrase turnitin, maka dengan mudah dilakukan dengan konsultasi dengan ahli parafrase dari Khairpedia. (wa – 0821 – 3608 – 1847)


Setelah mengetahui cara cek turnitin dengan benar, selanjutnya adalah memahami standarisasi tingkat kelolosan uji turnitin yang berbeda-beda pada setiap kampus. Ada yang mewajibkan standar kelolosan minimal 35%, ada yang 25%, bahkan hingga 9%. Untuk itu, perlu dilakukan sebuah teknik agar karya tulis yang telah dibuat terbebas dari plagiarisme. Plagiarisme merupakan tindakan mereduplikasi sebuah karya yang tentunya sangat dilarang untuk dilakukan. Mudahnya dalam mengakses internet memberi kemudahan pada banyak orang dalam menemukan banyak referensi. Dan dengan adanya kemudahan tersebut, justru banyak orang yang malah menginginkan suatu hal yang bersifat instan. Dengan kata lain, walaupun diberikan banyak referensi dari internet, tetap saja masih banyak yang melakukan plagiasi terhadap karya ilmiah yang telah dibuat. Padahal seperti yang kita ketahui, keaslian atau keabsahan suatu karya merupakan sebuah hal yang penting dan tidak boleh diabaikan


Merujuk pada hal itu, pantas saja tak sedikit kasus yang kita temui bahwa mahasiswa tidak jarang melakukan plagiasi terhadap karya ilmiah yang telah dibuatnya, bahkan seperti kasus yang sudah terjadi, terdapat juga kasus bahwa dosen melakukan plagiasi terhadap karya ilmiah. Hal tersebut sungguh membuat keprihatinan di dunai akademik karena dilakukan oleh pelaku akademis itu sendiri yang seharusnya menjadi contoh yang baik untuk siapa pun.


Dengan demikian, uji plagiasi turnitin sangat dibutuhkan untuk mengetahui kadar plagiarisme pada sebuah karya ilmiah.


Mengapa harus menggunakan Turnitin?

Turnitin adalah program yang memeriksa tingkat plagiasi dengan melalui perbandingan tingkat similarity konten atau artikel yang sudah disimpan secara otomatis. Dengan menggunakan turnitin, tentunya kita akan mengetahui tingkat kemiripan atau similirity suatu karya ilmiah yang telah kita buat dengan suatu konten lain yang memang sudah ada sebelumnya. Turnitin dapat mengukur seberapa besar tulisan tersebut terkena plagiasi saat dilakukan pengecekan. Besaran dalam pengujian tersebut dinyatakan dalam bentuk persen.


Turnitin akan menguji keabsahan karya ilmiah yang sudah kita buat dengan cara membandingkan tulisan-tulisan yang terdapat dari beberapa sumber. Turnitin memiliki tiga sumber, yakni dari referensi akademik yang berupa buku, jurnal, artikel, publikasi ilmiah, serta sebagainya, kemudian dari sumber internet yang berupa web, blog, dan lain-lain, serta sumber dari database lokal pada tiap-tiap lembaga.


Untuk yang suka melakukan copy paste pada dokumen, maka saat akan diuji plagiasi turnitin akan langsung terlihat tulisan yang ditandai dengan berbagai warna sebagai kemiripan pada konten ataupun artikel lain. Artikel atau konten lain tersebut tentunya berasal dari sumber yang sama pada karya ilmiah yang telah dibuat. Dengan demikian pada saat dilakukan uji lolos tersebut, kemiripan karya ilmiah dengan konten lain pun akan segera terlihat disertai munculnya persentase tingkat kemiripannya. Biasanya persentase tingkat kemiripan akan ditandai dengan warna merah. Hal ini berarti bahwa tulisan yang ditandai warna merah tersebut paling banyak kemiripannya dibandingkan dengan tulisan yang lain.


Turnitin bekerja dengan melalui pemeriksaan sebuah tulisan yang menyamakan teks (Originality Check), pemeriksaan dalam bentuk digital (GradeMark Digital Assesment), pemberian hasil pemeriksaan yang berdasarkan ketentuan (PeerMark), serta pemeriksaan secara online yang kemudian memberikan tugas (GradeBook).


Cara melakukan pengecekan plagiarisme dari program Turnitin pun tidak sulit untuk dilakukan jika mengikuti mekanisme yang ada, yakni melakukan submit atau upload dokumen karya ilmiah yang hendak dilakukan pengecekan, yakni seperti jurnal, skripsi, tesis, disertasi, serta sebagainya. Tapi yang perlu kita ketahui, bahwa pengecekan Turnitin secara gratis hanya dapat dilakukan oleh Lembaga perguruan tinggi ataupun sebuah lembaga sudah memperoleh lisensi secara resmi.


Jika yang melakukan pengecekan plagiarisme adalah orang yang lingkupnya di luar lembaga ataupun institusi yang mendapatkan lisensi tersebut, maka  yang terjadi adalah bias pada hasil scan yang telah dilakukan. Sebab individu tersebut mengikuti mekanisme yang tidak sama dengan lembaga resmi yang sudah mendapatkan lisensi untuk pemgecekan plagiasi pada program Turnitin.


Setelah hasil didapatkan melalui pengecekan, kita akan mengetahui perihal lolos tidaknya karya ilmiah tersebut. Jika melewati suatu batasan ataupun standar persentase yang telah ditentukan, maka karya ilmiah tersebut dinyatakan lolos Turnitin dan terbebas dari plagiasi.


Keunggulan menggunakan Turnitin adalah karena terdapatnya arsip atau back up database dengan memori penyimpanan yang memadai sehingga sangat luas untuk digunakan tanpa batasan apa pun


Kualitas dalam melakukan pengkoreksian suatu karya ilmiah yang sangat baik menjadikan program Turnitin diakses berbagai civitas akademik, yakni berbagai Universitas di Tanah Air ataupun di luar negeri.


Turnitin sangat dipercaya dan digunakan sebagian besar pelaku akademis di seluruh dunia, yakni siswa, dosen, guru, researcher, instruktur, serta mahasiswa yang hendak membuat jurnal ataupun melakukan tugas akhirnya, yakni menyusun skripsi. Supaya lolos uji plagiasi dengan turnitin, maka cara aman adalah dengan teknik parafrase.


Parafrase adalah teknik menulis supaya terhindar dari plagiarisme, cara atau tekniknya bermacam-macam yaitu dengan melakukan kutipan tidak langsung serta melakukan perubahan struktur kalimat, namun tidak merubah makna aslinya. Cara atau teknik mengutip secara tidak langsung bisa diwujudkan dengan 3 (tiga) macam, antara lain membuat parafrase, menyusun dan meringkas kesimpulan. Dari ketiga cara tersebut, terdapat cara pengutipan yang memerlukan keahlian (skill) yang berbeda-beda. Parafrase sangat penting dalam penulisan atau penyusunan buku dan karya ilmiah.


Plagiasi atau plagiarisme bisa diketahui dengan program Turnitin. Program Turnitin memiliki algoritma untuk melakukan pencarian yang sudah disetting dan dirancang oleh master developer sesuai bidang masing-masing. Konsep dasar dari pengecekan program ini adalah artificial intelligence yang memproses perbandingan dan seleksi tingkat kemiripan atau kesamaan karya tulis atau karya ilmiah yang sudah tersubmit di publikasi jurnal, website kampus, website penyimpanan dokumen dan lain sebagainya.

Postingan populer dari blog ini

Cara Membasmi Rayap dengan Solar

Adab dan Doa Kristen Saat Menyantap Makanan